Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 08 Mei 2019

Pengembangan model pembelajaran integratif penjasorkes sekolah dasar

Penulis : Ari Purwantyo & Tomoliyus Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah cukup panjang dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan warganya. Upaya peningkatan pendidikan itu bermacam-macam, misalnya pemerintah menggelontorkan dana hingga 20% dari APBN, mewajibkan belajar 9 tahun, membangun fasilitas pendidikan, memberikan penataran-penataran kepada tenaga pendidik, memperbanyak media pembelajaran, mengembangkan kurikulum, dan lain-lain. Khusus kurikulum, sejak Indonesia merdeka sampai sekarang setidaknya sudah berganti kurikulum sebanyak sembilan kali, secara berurut-urut yaitu: Rencana Pelajaran 1947, Rencana Pelajaran Terurai 1952, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999, Kurikulum 2004, KTSP 2006, dan yang baru adalah Kurikulum 2013 (Loeloek Endah Poerwati, 2013, pp. 4-7) Kurikulum 2013 menggunakan model pembelajaran integratif (terpadu), merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada jenjang pendidikan dasar dan menggunakan metode tematik integratif. Untuk melaksanakan pendidikan di sekolah dasar salah satunya diperlukan suatu model pembelajaran. Menurut Ahmadi & Sofan (2014, p. 125) menyatakan bahwa untuk melaksanakan model pembelajaran memerlukan berbagai input, antara lain bahan ajar, metode pembelajaran, evaluasi, sarana prasarana, dan sumber daya lainya (kompetensi guru) serta menciptakan suasana kondusif. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti pada empat guru penjasorkes di SD Karangwuni, SD Caturtunggal 3, SD Deresan, dan SD Caturtunggal 7 Kecamatan Depok Sleman menyatakan bahwa hasil pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SD Kecamatan Depok Sleman belum menggembirakan, terlihat dari masih banyaknya siswa yang nilainya belum tuntas, anak sering tidak tertib misalnya susah diatur, mengganggu teman dan banyak bicara, beberapa faktor lain yang menyebapkan anak nakal adalah karena pengaruh media yang menyiarkan acara-acara kekerasan, kurangnya peran orang tua dalam mendidiak anak, misalnya anak ditinggal kerja seharian. Selain itu ada anak yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran, suka menyendiri dikarenakan malu dan tidak percaya diri. Selain itu model pembelajaran yang digunakan masih menggunakan metode demonstrasi, pendekatan pembelajaran berpusat pada guru, kurang pahamnya guru terhadap penilaian berbasis kinerja, sarana prasarana kurang menarik, dan guru kurang paham terhadap model pembelajaran integratif. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan suatu pemecahan terhadap permasalahan yang dihadapi guru olahraga. Adapun bentuk pemecahan masalah dengan melakukan penelitian dalam bentuk pengembangan terhadap model pembelajaran yang dapat mendorong pencapaian perkembangan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dikembangkan yaitu model pembelajaran integratif yang menggunakan pendekatan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Pengembangan model pembelajaran integratif pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan ini diharapkan dapat menghasilkan suatu model pembelajaran yang mendorong siswa selalu senang dan percaya diri dalam melakukan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Manusia dalam kehidupan ini selalu belajar, berlangsung dari sejak lahir sampai mati, sehingga ada kata mutiara yang berbunyi “belajar sepanjang hayat”. Belajar bisa dilakukan kapan saja, apa saja, dan dimana saja dalam rangka untuk mempertahankan kehidupanya dan meningkatkan kualitas hidup. Manusia yang belajar akan berilmu dan manusia yang berilmu akan memiliki kontribusi atau bisa bermanfaat positif bagi kehidupan dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama, sehingga akan menjadi manusia yang memiliki kedudukan mulia atau terpuji baik secara vertikal maupun horizontal. Melihat betapa pentingnya ilmu, Tuhan selalu menyeru kepada manusia agar selalu minta ilmu kepada-Nya. Tuhan berfirman dalam (QS Thaahaa: 114) “Katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/view/21608/pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar