Nama : Amarthia Febriyani NIM : 17601344031 Kelas : PJKR D 2017 FIK UNY
Wikipedia
Hasil penelusuran
Rabu, 08 Mei 2019
Pengembangan model pembelajaran integratif penjasorkes sekolah dasar
Penulis : Ari Purwantyo & Tomoliyus
Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah cukup panjang dalam rangka untuk
meningkatkan pendidikan warganya. Upaya peningkatan pendidikan itu bermacam-macam,
misalnya pemerintah menggelontorkan dana hingga 20% dari APBN, mewajibkan belajar 9
tahun, membangun fasilitas pendidikan, memberikan penataran-penataran kepada tenaga
pendidik, memperbanyak media pembelajaran, mengembangkan kurikulum, dan lain-lain.
Khusus kurikulum, sejak Indonesia merdeka sampai sekarang setidaknya sudah
berganti kurikulum sebanyak sembilan kali, secara berurut-urut yaitu: Rencana Pelajaran
1947, Rencana Pelajaran Terurai 1952, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984,
Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999, Kurikulum 2004, KTSP 2006, dan yang baru
adalah Kurikulum 2013 (Loeloek Endah Poerwati, 2013, pp. 4-7)
Kurikulum 2013 menggunakan model pembelajaran integratif (terpadu), merupakan
salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menggunakan metode tematik integratif.
Untuk melaksanakan pendidikan di sekolah dasar salah satunya diperlukan suatu
model pembelajaran. Menurut Ahmadi & Sofan (2014, p. 125) menyatakan bahwa untuk
melaksanakan model pembelajaran memerlukan berbagai input, antara lain bahan ajar,
metode pembelajaran, evaluasi, sarana prasarana, dan sumber daya lainya (kompetensi
guru) serta menciptakan suasana kondusif.
Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti pada empat guru
penjasorkes di SD Karangwuni, SD Caturtunggal 3, SD Deresan, dan SD Caturtunggal 7
Kecamatan Depok Sleman menyatakan bahwa hasil pembelajaran pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan di SD Kecamatan Depok Sleman belum menggembirakan, terlihat
dari masih banyaknya siswa yang nilainya belum tuntas, anak sering tidak tertib misalnya
susah diatur, mengganggu teman dan banyak bicara, beberapa faktor lain yang
menyebapkan anak nakal adalah karena pengaruh media yang menyiarkan acara-acara
kekerasan, kurangnya peran orang tua dalam mendidiak anak, misalnya anak ditinggal kerja
seharian. Selain itu ada anak yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran, suka
menyendiri dikarenakan malu dan tidak percaya diri. Selain itu model pembelajaran yang
digunakan masih menggunakan metode demonstrasi, pendekatan pembelajaran berpusat
pada guru, kurang pahamnya guru terhadap penilaian berbasis kinerja, sarana prasarana
kurang menarik, dan guru kurang paham terhadap model pembelajaran integratif.
Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan suatu pemecahan terhadap
permasalahan yang dihadapi guru olahraga.
Adapun bentuk pemecahan masalah dengan melakukan penelitian dalam bentuk
pengembangan terhadap model pembelajaran yang dapat mendorong pencapaian
perkembangan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dikembangkan yaitu model
pembelajaran integratif yang menggunakan pendekatan pendidikan jasmani olahraga dan
kesehatan.
Pengembangan model pembelajaran integratif pendidikan jasmani olahraga dan
kesehatan ini diharapkan dapat menghasilkan suatu model pembelajaran yang mendorong
siswa selalu senang dan percaya diri dalam melakukan pembelajaran pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan.
Manusia dalam kehidupan ini selalu belajar, berlangsung dari sejak lahir sampai mati,
sehingga ada kata mutiara yang berbunyi “belajar sepanjang hayat”. Belajar bisa dilakukan
kapan saja, apa saja, dan dimana saja dalam rangka untuk mempertahankan kehidupanya
dan meningkatkan kualitas hidup.
Manusia yang belajar akan berilmu dan manusia yang berilmu akan memiliki kontribusi
atau bisa bermanfaat positif bagi kehidupan dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan
agama, sehingga akan menjadi manusia yang memiliki kedudukan mulia atau terpuji baik
secara vertikal maupun horizontal. Melihat betapa pentingnya ilmu, Tuhan selalu menyeru
kepada manusia agar selalu minta ilmu kepada-Nya. Tuhan berfirman dalam (QS Thaahaa:
114) “Katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.
https://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/view/21608/pdf
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar